Kamis, 29 April 2021
Pagelaran Peringati Hari Tari Dunia 2021
Kamis, 22 April 2021
Gelar Nobar dan Diskusi Dalam Memperingati Hari Bumi dan Hari Kartini 2021
Film dokumenter yang berjudul "Tanah Ibu Kami" karya The Gecko Project dan Mongabay dipilih untuk diputar di kegiatan memperingati Hari Bumi dan Hari Kartini. Film ini menceritakan perjuangan kaum perempuan dalam mempertahankan lingkungan. Seperti halnya di Desa Kendeng, Rembang, kaum perempuan bersinergi untuk melawan pabrik semen yang diduga dapat mengancam kelestarian alam. Hal ini membuktikan bahwa kaum perempuan juga memiliki hak untuk menyuarakan dan memperjuangkan lingkungan. Perjuangan Kartini seakan-akan mengalir dari generasi ke generasi.
Kemudian pada diskusi yang berjalan pun juga membahas bagaimana keterkaitan perempuan dan lingkungan untuk diperjuangkan dengan seimbang dan selaras."Permasalahan tentang sampah bisa kita taklukkan dengan Zerowaste Lifestyle yang dimulai dari diri kita sendiri", ucap Genta Ketua Trash Hero Pacitan.
Ibu Bumi memberi, Ibu Bumi disakiti, dan Ibu Bumi menghakimi. Sekali lagi kita harus berefleksi pada diri kita sendiri "Sudah bijakkah kita dalam merawat Bumi? ".
Salam Pemuda Perubahan!!!
Rabu, 21 April 2021
Merumuskan Ulang "Save Earth" dan Berbagai Masalahnya.
Selasa, 20 April 2021
Refleksi Hari Kartini "Perempuan Harus Fokus Membekali Diri"
Jumat, 16 April 2021
Nobar dan Diskusi Film "Kinipan"
Senin, 28 Desember 2020
YAR 8 "SAMBUNG LAMPAH"
Youth Alliance Rendezvous
Youth Alliance Rendezvous (YAR) adalah pertemuan aliansi-aliansi para mahasiswa yang kembali dari perantauan tempat mereka menuntut ilmu dan para Pemuda Pacitan. Kembali dengan penuh arti dan berkumpul untuk saling merangkul.
Serangkaian pengabdian para pemuda kepada Pacitan tercinta. Memberikan selayang pandang dunia perkuliahan pada siswa-siswi yang hendak melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Mengawal pemerintah dengan melakukan konsolidasi. Tetap berinovasi dan berkarya dengan pentas-pentas yang tak lepas dari seni budaya. Karena pemuda sebagai Agent of Change, Iron Stock, dan Social Control.
Sejarah Youth Alliance Rendezvous
Sebagian besar pemuda di Pacitan yang baru saja lulus dari bangku SMA berantusias untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, terutama melanjutkan pendidikan di universitas-universitas ternama di luar kota. Tak sedikit yang berhasil lulus di universitas terbaik di Indonesia, alasan inilah yang menularkan semangat ke generasi-generasi selanjutnya untuk meneruskan langkah para pemuda sebelumnya. Kemudian, para pemuda itu bersikeras bergabung bersama Aliansi Mahasiswa Pacitan yang tersebar di beberapa wilayah luar kota.
Tepat pada tahun 2012, pemuda yang berkuliah di luar kota sedang kembali ke kampung halamannya, Kota Pacitan. Para pemuda itu memanfaatkan momen dengan inisiatif mengadakan kegiatan yang bertujuan untuk menyambung tali silaturahmi kepada teman seperjuangan. Inisiatif para pemuda inilah yang mencetuskan acara YAR. Namun, sebelum kegiatan ini berjudul Youth Alliance Rendezvous, nama yang lebih dulu ditajukkan adalah Battle Alliance.
Battle Alliance pertama kali diinisiasikan oleh KP3 Yogyakarta, Impacts Surabaya, Kappama Malang, dan Kompas Solo. Pada tahun 2013, terbentuklah organisasi kepemudaan daerah yang bernama Pemuda untuk Pacitan (PETUPA). Setelah PETUPA terbentuk, Battle Alliance yang kedua menjadi bagian dari program kerja tahunan PETUPA bersama Aliansi Mahasiswa Pacitan hingga saat ini dan diganti tajuknya menjadi Youth Alliance Rendezvous.
Perlu digaris bawahi bahwasanya dalam kegiatan YAR ini Aliansi Mahasiswa Pacitan bekerja sama dengan PETUPA. Selama hampir 8 tahun, Youth Alliance Rendezvous sudah menjadi aksi tahunan para pemuda sekaligus menjadi tempat untuk menuangkan kerinduan.
Apa Saja yang Ada di Dalam YAR #8?
YAR 8 kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan alasan Covid-19 yang juga belum mereda. Namun tidak menjadikan suatu halangan yang besar bagi para pemuda untuk terus bergerak. Dengan semangat pemuda, YAR 8 akan tetap dilaksanakan dengan agenda sebagai berikut:
Sosialisasi Perguruan Tinggi
Pendidikan formal merupakan bagian penting dalam mencapai kualitas sumber daya manusia, dengan pendidikan maka individu akan bisa menciptakan pembangunan bangsa dan negara sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang didapat pada bangku pembelajaran. Dari uraian ini petupa mengadakan kegiatan “Campus Fair Online”. Campus Fair Online ini merupakan sarana penginformasian dan sosialisasi kepada adik-adik kita yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Harapannya dengan adanya Campus Fair Online adik-adik kita memiliki pemikiran dan harapan yang luar biasa terhadap pendidikan. Di sisi lain dengan adanya kegiatan ini silaturahmi akan tetap terbangun dari generasi ke generasi. Sehingga terwujudlah suasana kepedulian dan kekompakan pemuda Pacitan.
Konsolidasi Pemerintahan Kabupaten Pacitan
Pemerintah merupakan bagian sentral dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Sosialisasi pemerintah terhadap program kerja menuju kesejahteraan masyarakat sangat penting dipertanyakan. Tidak mungkin ada pemerintah jika tidak ada rakyat, dan pemerintah seharusnya merakyat, itu merupakan suatu kewajiban. Ghirah pemuda sebagai sosial kontrol ialah memberikan sumbangsih pemikiran terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah Kabupaten Pacitan, sehingga terwujudlah demokrasi yang terbuka dan transparan. Petupa dengan barisan massa mahasiswa yakin bahwa dengan adanya sambung silaturahmi seperti ini akan terwujud budaya yang guyub dan berpihak terhadap kepentingan masyarakat.
Parade Seni Budaya dari Komunitas Mahasiswa
Sinau budaya merupakan tema besar yang diangkat oleh pemuda Pacitan dalam perkembangan isu mengenai kurangnya minat pemuda terhadap budaya di negeri sendiri. Pemahaman kata “sinau” adalah belajar, belajar tanpa henti terhadap seni yang telah di lahirkan di tanah Ibu Pertiwi. Jika kita bisa memaknai kata belajar dalam konteks seni, “yang namanya belajar seni itu ya harus datang, rajin menyaksikan, dan ikut andil dalam proses belajar seni, dengan demikian kita akan cinta terhadap seni yang telah ada di tanah air”. Strategi ini merupakan bagian pemikiran Petupa yang tidak bisa dipisahkan untuk mencapai pemuda dan manusia pribumi yang bangga dan cinta akan seni budayanya.
Kamis, 03 September 2020
TRADISI TIDAK TERMAKAN PANDEMI
Sinergitas Sebagai Upaya Pelestarian Budaya
Harapan kami mulai tercerahkan dengan tersebarnya pamflet yang mengusung tema "Ngobrol Bareng Mas Bupati dengan Pelaku Seni...
-
Harapan kami mulai tercerahkan dengan tersebarnya pamflet yang mengusung tema "Ngobrol Bareng Mas Bupati dengan Pelaku Seni...
-
Kamis, 29 April 2021 - Pemuda untuk Pacitan (PETUPA) bersama dengan Reog Sido Rukun Bangunsari dan Kethek Ogleng Pacitan turut m...
-
Penetapan 1 Mei sebagai hari Buruh internasional melibatkan proses sejarah yang panjang dan perjuangan yang berdarah-darah. Pada...